Masjid Baiturrohman di Jalan KH Samanhudi No. 112, Tegalrejo, Sondakan, Laweyan, Surakarta, kembali menunjukkan perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda Islam. Masjid yang juga menjadi Sekretariat DMI Kecamatan Laweyan itu menjadi tempat penyelenggaraan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Forkita Kelurahan Sondakan 2026, Ahad (11/10/2026).
Sejak pukul 07.00 WIB, anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) mulai berdatangan ke masjid untuk mengikuti berbagai perlombaan. Salah seorang peserta, Dulloh, mengatakan dirinya datang untuk mengikuti lomba Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dalam ajang FASI yang diselenggarakan Forum Komunikasi TPA (Forkita) Kelurahan Sondakan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pemanfaatan masjid sebagai ruang pendidikan Islam, tempat silaturahmi ant santri, sekaligus sarana mengembangkan bakat dan kemampuan anak-anak TPA.
FASI Forkita Sondakan 2026 dihadiri Sekretaris DMI Surakarta Ustaz H. Amin Rasyadi, Lurah Sondakan Agus Wahyu Purnomo Anwar, S.STP., M.M., Ketua Pokmas Guyub Rukun Sondakan Eko Nur Cahyo, pengurus Masjid Baiturrohman Ahkamudin, serta Ketua Forkita yang juga Sekretaris DMI Laweyan, Agung Nugraha.
Dalam sambutan pembukaan, Agung Nugraha menyampaikan terima kasih kepada Pokmas Kelurahan Sondakan yang tahun ini menjadi lembaga pengelola dana DPK Kelurahan Sondakan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Menurut Agung, FASI Forkita tahun ini juga diselenggarakan untuk menyambut Hari Santri Nasional 2026. Semangat kesantrian tampak dalam kepanitiaan, antara lain melalui para panitia putra yang mengenakan sarung sebagai simbol identitas santri.
FASI Forkita merupakan kegiatan tahunan yang menjadi ajang pembinaan dan pengembangan potensi santri TPA. Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat enam jenis perlombaan, termasuk satu cabang baru, yakni dai cilik (dacil).
Sebanyak 10 TPA mengikuti kegiatan tersebut dengan total 110 peserta. Melalui perlombaan ini, anak-anak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Pengurus Masjid Baiturrohman, Ahkamudin, menyambut baik penyelenggaraan FASI Forkita. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah antarsantri TPA.
Ia berharap FASI dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus Islam.
Lurah Sondakan Agus Wahyu Purnomo Anwar dalam kesempatan itu memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi FASI Forkita Sondakan 2026. Setelah pembukaan, Sekretaris DMI Surakarta H. Amin Rasyadi memimpin doa.
Perlombaan dimulai pukul 08.30 WIB dan seluruh cabang lomba selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut unsur Pokja Forkita, di antaranya H. Rozak Ariyanto dan H. Safrudin, Ketua LPMK Sondakan Drs. Mursid Ghozali, serta Ketua BADKO LPQ Surakarta Daliman, M.Pd.I.
Para pemenang memperoleh trofi dan bingkisan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan prestasi mereka. Adapun penghargaan juara umum dilengkapi trofi, sertifikat, dan uang pembinaan.
Dalam hasil akhir perlombaan, TPA Masjid Roudlotul Iman, Jantirejo, Sondakan, meraih juara umum pertama. Juara umum kedua diraih TPA Masjid Muttaqin, sedangkan juara umum ketiga diraih TPA An Nuur Masjid Baiturrohman.
Penyelenggaraan FASI Forkita Sondakan 2026 menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah salat, melainkan juga pusat pendidikan, pembinaan akhlak, pengembangan potensi anak, dan penguatan persaudaraan umat.
Melalui kegiatan semacam ini, Masjid Baiturrohman bersama Forkita dan berbagai unsur masyarakat turut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap masjid serta Al-Qur’an.