Masjid Agung Surakarta kembali menjadi tempat singgah ribuan jamaah yang menghadiri Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau yang kini dikenal sebagai *Haul Solo*. Selama rangkaian haul berlangsung, jamaah dari berbagai daerah memanfaatkan Masjid Agung Surakarta untuk beristirahat, bermalam hingga membersihkan diri.
Haul Solo yang dipusatkan di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Surakarta, berlangsung mulai 30 September hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar para keturunan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Surakarta.
Jamaah yang datang bukan hanya dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap tahun, ribuan bahkan mencapai jutaan pecinta Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi berdatangan, termasuk jamaah dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Letak Masjid Agung Surakarta yang relatif dekat dengan lokasi haul menjadikan masjid tersebut menjadi salah satu tempat yang banyak dituju jamaah. Tradisi menerima jamaah haul ini bahkan telah berlangsung lebih dari 10 tahun.
Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, *KH M. Muhtarom, S.Pd.I., M.Pd.I., M.Si.,* yang juga Ketua PD DMI Surakarta, mengatakan selalu membuka pintu bagi jamaah Haul Solo.
“Masjid Agung Surakarta selalu menyambut dengan tangan terbuka para tamu haul. Ini sudah berlangsung cukup lama, lebih dari 10 tahun. Jamaah memanfaatkan masjid untuk istirahat, tidur dan membersihkan badan,” ujar Muhtarom, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, sejak Jumat siang, jamaah Haul Solo sudah mulai berdatangan dan diperkirakan akan terus memenuhi wilayah Masjid Agung Surakarta hingga rangkaian haul selesai.
Suasana masjid pada Jumat (2/10) terlihat ramai. Serambi atas dan bawah, gadong atau bangsal sisi utara dan selatan, diisi jamaah. Tidak hanya laki-laki, jamaah perempuan hingga anak-anak juga turut bermalam di kawasan masjid.
Kalau haul, terutama malam hari, masjid penuh.Serambi atas bawah, gadong atau bangsal utara dan selatan penuh.Ada ribuan jamaah yang tinggal di Masjid Agung Surakarta, katanya.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, pihak takmir menerapkan prosedur pendataan bagi jamaah yang bermalam di masjid. Petugas keamanan melakukan pendataan, termasuk memotret identitas atau KTP jamaah.
Selama pelaksanaan Haul Solo, pengamanan juga diperkuat. Takmir Masjid Agung Surakarta berkoordinasi dengan Kelurahan Kauman dengan melibatkan Linmas untuk membantu pengamanan. Pengawasan juga dilakukan aparat keamanan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Takmir juga menambah jam kerja petugas keamanan dan kebersihan selama kedatangan jamaah haul. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan fasilitas masjid tetap dapat digunakan dengan baik.
Di sekitar masjid, hadirnya suasana jamaah juga kecerahan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah stan UMKM bermunculan, terutama yang menjajakan kuliner, makanan ringan, minuman dan berbagai kebutuhan jamaah.
Muhtarom mengimbau jamaah agar ikut menjaga keamanan barang bawaan masing-masing. Jamaah juga diminta menjaga kebersihan dan kenyamanan selama berada di Masjid Agung Surakarta maupun lingkungan sekitarnya.
“Jangan sampai setelah selesai haul Masjid Agung Surakarta menjadi kotor.Orang Islam terkenal dengan kebersihan,” pesannya.
Pihak takmir mempersilakan jamaah menggunakan berbagai fasilitas masjid secara gratis. Namun, jamaah yang berkenan dipersilakan memberikan infak untuk mendukung operasional dan kesejahteraan Masjid Agung Surakarta.
Muhtarom juga meminta jamaah memaklumi apabila pada waktu tertentu fasilitas masjid tidak mampu menampung seluruh kebutuhan jamaah. Dengan jumlah pengunjung yang sangat besar, beberapa fasilitas terkadang harus digunakan secara bergantian atau dengan antrean.
“Fasilitas yang ada silakan digunakan secara gratis. Kalau berkenan, jamaah juga dipersilakan memberikan infak untuk masjid. Kami mohon maaf jika ada fasilitas yang kurang memadai atau harus antre. Mohon dimaklumi,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterbukaan Masjid Agung Surakarta dalam menerima jamaah Haul Solo bukan semata-mata masalah fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya mempererat *ukhuwah Islamiah*.
“Masjid Agung Surakarta menyambut tamu haul ini salah satu bentuk ukhuwah Islamiah sesama muslim. Kita semua adalah makhluk sosial,” tutupnya.