DMI Surakarta Rampingkan Kepengurusan 2026-2031, Utamakan Kapasitas dan Kompetensi

Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Surakarta mulai mematangkan formasi kepengurusan periode 2026-2031. Ketua terpilih KH M. Muhtarom menegaskan, kepengurusan baru akan dibuat lebih ramping dengan mengutamakan personel yang memiliki kapasitas, kompetensi, serta semangat aktif dalam menjalankan program organisasi.

 

Hal tersebut disampaikan KH M. Muhtarom dalam rapat kelengkapan kepengurusan PD DMI Surakarta yang berlangsung di Sekretariat PD DMI Surakarta, Kompleks Masjid Agung Surakarta, Jumat (2/10/2026). Rapat berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

 

Rapat dihadiri Ketua PD DMI Surakarta terpilih KH M. Muhtarom, S.Pd.I., M.Pd.I., M.Si., Sekretaris H. Amin Rasyadi, serta Bendahara Hj. Suwanti, S.Sos., M.Pd. Sejumlah calon pengurus juga hadir dalam pembahasan formasi kepengurusan harian periode 2026-2031.

 

Dalam arahannya, KH Muhtarom mengatakan, kepengurusan periode kedua yang dipimpinnya tidak perlu diisi terlalu banyak personel. Menurutnya, pengalaman kepengurusan periode 2021-2026 menjadi bahan evaluasi untuk menyusun struktur yang lebih efektif.

 

“Pengurus tidak perlu terlalu banyak. Yang penting memiliki kapasitas dan kemampuan di bidangnya serta benar-benar mau bekerja,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan, bidang organisasi dan jaringan sebaiknya diisi orang yang mempunyai kemampuan membangun network, termasuk memahami media dan teknologi informasi. Demikian pula bidang syariah, hukum dan HAM perlu diisi personel yang memahami persoalan hukum, termasuk ketika menghadapi persoalan atau sengketa wakaf masjid.

 

KH Muhtarom menilai, banyaknya jumlah pengurus tidak otomatis membuat kegiatan organisasi berjalan maksimal. Pada kepengurusan sebelumnya, menurut dia, jumlah personel cukup banyak, tetapi dalam sejumlah rapat dan kegiatan hanya sebagian yang aktif hadir.

 

“Ini seperti proses seleksi alam. Akhirnya terlihat siapa yang benar-benar rajin dan bersemangat mengikuti kegiatan DMI,” katanya.

 

  1. Selain menekankan kompetensi, Muhtarom juga menginginkan kepengurusan baru mampu merangkul berbagai elemen umat Islam. Ia menyebut pentingnya keterlibatan kader dari dua organisasi Islam besar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP