Dengan selesainya pelantikan dan pengukuhan seluruh pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) tingkat kelurahan se-Kota Surakarta, otomatis pengurus bisa segera bekerja. Karena inti daripada BKM adalah memberikan kesejahteraan kepada masjid.
Demikian disampaikan Hidayat Maskur, saat diwawancara usai memberikan sambutan dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus BKM tingkat kelurahan se-Kecamatan Serengan, di Aula KUA Serengan pada Selasa (28/11) siang.
“Bukan hanya masjidnya yang sejahtera. Tapi, lingkungan yang ada disekitar masjidpun harus bisa merasa sejahtera,” ujarnya.
“Jadi pengurus ini tidak hanya sekedar formalitas. Tapi, bisa bekerja diantaranya mengadakan rapat. Insya Allah sudah kita susun pelaksanaan rapat, baik tingkat Kota, kecamatan, dan tingkat kelurahan,” terangnya.
Untuk itu, nantinya pengurus di tingkat kelurahan dimohon untuk bisa bersama-sama memberikan kontribusinya dalam rapat, serta menyusun program kerja secara bersama-sama.
Hidayat mengakui pembentukan pengurus BKM tingkat kelurahan ini mengalami keterlambatan jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Penyebabnya, karena beberapa faktor, diantaranya tidak memiliki tempat. Maka pelaksanaannya cukup dilakukan di masjid maupun kantor KUA,
“Jadi untuk sarana pelantikan ini hampir semua pengurus mengeluh, karena tempatnya kurang (memadai),” bebernya.
Untuk itu, Hidayat berpesan kepada semua pengurus yang telah dilantik agar segera bisa bekerja karena ini merupakan bagian dari bakti kita kepada masjid.
“Biar kita nanti tercatat dan masuk bagian orang yang dilindungi ketika tidak ada perlindungan (pada hari kiamat) dan termasuk tujuh golongan orang yang dilindungi, karena hatinya selalu terpaut di masjid,” terangnya.
Disinggung mengenai lembaga LP2A, PHBI dan DMI, Hidayat menjelaskan bahwa organisasi-organisasi yang ada ini tidak memiliki struktur sampai ke pusat maupun tingkat kabupaten, kecuali DMI.
“Kalau DMI sudah berstruktur sampai ke tingkat pusat. Terus kemudian untuk PHBI dan LP2A ini kan hanya berjalan secara parsial dan masih tetap berjalan sendiri-sendiri. Laporannya seperti apa, kita tidak tahu,”katanya heran.
Dengan adanya BKM ini diharapkan menjadi rumah besar dan wadah baru bagi DMI, LP2A dan PHBI.
“Insya Allah kedepan kita akan bergerak bersama-sama dan saya yakin perekonomian yang berbasis masjid itu akan bisa teratasi dengan baik” pungkasnya. (Abdus Sholeh)