Ketua DMI Surakarta Hadiri Sangu Jagal 2 di Masjid Agung Surakarta

Ketua Dewan Masjid Indonesia Surakarta, KH Moh. Muhtarom, menghadiri kegiatan Sangu Jagal 2 yang digelar oleh Juru Sembelih Halal (Juleha), Ahad (24/5/2026), di pelataran Masjid Agung Surakarta.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai pembekalan bagi para juru sembelih hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Acara juga dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi.

Dalam sambutannya, KH Moh. Muhtarom menyampaikan tiga poin penting kepada para peserta pelatihan. Pertama, ia menekankan agar para juru sembelih menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan tidak sembrono saat proses penyembelihan hewan kurban.

“Meski ada jagal yang hanya bertugas saat Idul Adha, namun harus tetap profesional dan penuh tanggung jawab. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi sekarang informasi cepat menyebar melalui media sosial,” ujarnya.

Kedua, Ketua DMI Surakarta berharap Juleha dapat menjadi media edukasi dalam mewujudkan tata cara penyembelihan hewan kurban yang islami dan sesuai syariat. Menurutnya, masih ditemukan praktik penyembelihan yang tidak sesuai ketentuan agama sehingga dikhawatirkan memengaruhi kehalalan daging kurban.

Ketiga, ia menilai tata cara penyembelihan hewan kurban yang dilakukan secara baik dan profesional juga dapat menjadi sarana dakwah Islam di tengah masyarakat.

“Kalau dilaksanakan dengan benar dan profesional, ini bisa menjadi dakwah karena akan dilihat banyak orang, termasuk melalui media sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Juleha Surakarta dalam siaran pers menyampaikan bahwa kegiatan Sangu Jagal 2 bertujuan memberikan pembekalan kepada para juru sembelih, khususnya penyembelih sapi dari masjid, langgar, dan mushola agar mampu melaksanakan penyembelihan secara benar, aman, syar’i, dan profesional.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi fiqih penyembelihan, teknik tali-temali, teknik mengasah bilah pisau, hingga teknik merobohkan hewan dengan benar.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari Kota Solo dan berbagai daerah di Soloraya seperti Boyolali, Klaten, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, serta Karanganyar.
Bahkan, sejumlah peserta datang dari luar Jawa Tengah karena antusias mengikuti pelatihan yang digelar secara gratis tersebut.
Peserta mendapatkan fasilitas makanan ringan dan makan siang gratis selama mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Mayoritas peserta merupakan utusan dari masjid, langgar, dan mushola, dengan latar belakang profesi yang beragam dan sebagian besar hanya menjadi juru sembelih musiman saat Hari Raya Idul Adha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP