Setelah menunggu hampir setengah tahun, akhirnya Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) tIngkat Kelurahan se-Kecamatan Jebres dilantik dan dikukuhkan oleh Kepala KUA Jebres, Ghofar Ismail, di Masjid Baiturahman, Ledoksari, Jebres pada Selasa (21/11) kemarin. Pengukuhan itu berdasarkan SK kepala KUA Jebres nomor 140 tahun 2023 tertanggal 29/05/2023.
Usai melantik, Ghofar (53) selaku Ketua BKM Kecamatan Jebres mengatakan, “Ya saya berfikiran positif saja, karena itu kan menghidupkan badan yang sudah ada sejak tahun ‘47. Ya semoga saja nanti BKM bisa berjalan dengan lancar”.
Menurut Ghofar, dilapisan bawah masih banyak kendala di masyarakat. Misalnya dalam hal perwakafan tanah untuk Masjid. Itu masih banyak sekali yang belum berhasil. Terkadang sumbernya muncul dari ahli waris dan lain-lain. “Semoga saja BKM di tingkat Kelurahan bisa mengatasi permasalahan itu,” imbuhnya.
Terkait dengan manajemen masjid, yakni idarah, imarah dan riayah itu bisa disederhanakan agar masyarakat nantinya bisa menjalankan fungsi-fungsi manajeman masjid itu. Karena dalam tahun politik ini, kita tidak menginginkan masjid dijadikan sebagai ajang politisasi.
“Untuk konsepsinya nanti monggo disamakan saja antara pengurus Masjid lewat BKM di tingkat Kelurahan Sehingga nantinya bisa melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Ma’ruf Pujianto (50), Ketua BKM kelurahan Jagalan saat dimintai pendapatnya mengatakan bahwa setelah BKM kelurahan terbentuk, yang jelas kita mendapatkan gambaran, arahan dan bimbingan agar ke depan kita dapat mengupayakan agar setiap masjid di level manapun mulai berbenah agar kesejahteraan dan kemandirian masjid dapat terwujud.
Jadi keberadaan BKM ini mensinergikan upaya kemakmuran dan kesejahteraan tidak hanya dalam level masing-masing masjid akan tetapi berusaha untuk juga di sinergikan antar masjid.
Untuk mewujudkannya itu, katanya, BKM setempat harus mengetahui kira-kira potensi apa yang mungkin bisa dikembangkan agar nantinya masjid diwilayahnya bisa memiliki pendapatan melalui terobosan program-program yang akan diterapkan.
Untuk memulainya, Ma’ruf berterus terang bahwa nantinya pasti akan ada kendala, diantaranya keterbatasan SDM yang dimiliki.
Oleh karena itu, Ia berharap agar gerakan ini bisa secara merata dilakukan oleh seluruh BKM baik yang ada di kelurahan, tingkat kota maupun BKM yang sudah mampu dan maju.
Pernyataan yang hampir sama dilontarkan Mudloaf (51) ketua BKM Kelurahan Kampung Sewu, usai pelantikan. “Dengan adanya BKM Kelurahan Sewu, harapan saya kesejahteraan umat ditengah-tengah masjid bisa lebih terpelihara,’ ujarnya.
Sebagaimana tagline-nya; badan kesejahteraan masjid pengertiannya adalah Masjid tidak hanya sebagai kegiatan ritual an sich. Tapi, masjid bisa dimaksimalkan untuk bagaimana mensejahterakan umat, bisa bicara ekonomi, manajemen, kemampuan pemberdayaan masyarakat, advokasi dan lainnya.
Harapannya, masyarakat di sekitar Kampung Sewu ini betul-betul bisa cerah secara ekonominya dan bisa mendapatkan kebahagiaan didunia dan dkebahagiaan di akhirat.
“Akhirnya gol yang kita inginkan agar paham-paham yang radikal yang tidak cocok itu nantinya bisa kita tepis dengan menggunakan pola-pola kekuatan dari basis masjid dan mushola,” pungkasnya. (Abdus Sholeh)