Antisipasi Kelangkaan Air, Pengurus Masjid Al Falah Buat Sumur Bor

Akibat Sumur Dalam yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tirta Mipitan, Mojosongo mengalami kerusakan dan menimbulkan tandon air di Masjid Al Falah kosong, maka pengurus Masjid Al Falah mengambil keputusan cepat dengan membuat sumur bor yang pelaksanaannya sudah dimulai pada 16 Februari kemarin.

Pembuatan sumur ini selain untuk meningkatkan volume tandon air masjid yang tadinya 500 liter menjadi 1000 liter, nantinya juga untuk mensuplai 150 KK warga yang ada di sekitar masjid apabila ada kelangkaan air. Demikian disampaikan Sugianto, Takmir Masjid Al Falah Mipitan, Mojosongo, saat diwawancara pada Jum’at (21/02/25) pagi. Sugianto menambahkan, apabila sumur mengalami gangguan, maka ibadah juga terganggu, karena tandon yang tersedia hanya mampu menampung air sebanyak 500 liter. “Ketika Sumur mengalami gangguan, para jamaah dan warga mengambil air dari masjid, maka air tandon juga habis”, ungkapnya.

Dengan telah ditemukan mata air di sebelah utara masjid dengan kedalaman 60 meter itu, pengurus tidak akan lagi dihantui kekurangan air yang akan mengganggu pelaksanaan ibadah. “Alhamdulillah, saat ini pengeboran sudah selesai. Tinggal pemasangan instalasi air. Mungkin hari ini sudah selesai”, terang Sugianto via WA. Agar suplai air tandon masjid yang berkapasitas 1000 liter itu bisa segera terisi dengan cepat, pengurus telah menyediadakan mesin pompa air Sibel yang berkekuatan 1.2 pk.

Saat dikonfirmasi terkait biaya, Sugianto yang juga anggota Koramil Kecamatan Serengan itu mengatakan bahwa anggarannya mencapai Rp.10 juta. “Jadi, pembuatan sumur dalam itu sendiri, dananya menggunakan sumber dana dari infak dan sedekah dari jamaah”, bebernya.

Perlu diketahui, lebih dari 17 tahun masjid yang berada di timur laut Kota Surakarta itu memperoleh suplai air dari KSM Tirta Mipitan, untuk keperluan wudhu, mandi, cuci dan juga sarana MCK nya. Kini dengan memiliki sumber mata air sendiri diharapkan ke depannya, khususnya dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, jamaah bisa tenang, karena sudah tidak lagi kekukarangan air.

“Apabila listrik mati, sudah tersedia genset milik masjid”, terangnya.“ Jamaah dan warga juga berharap, dengan adanya suplai dua sumber mata air tersebut, mereka menyambut dengan senang dan berdo’a semoga infak atau sedekah yang diberikan (pahalanya) bisa mengalir seperti air’, pungkasnya. (Sol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP