Masjid Tegalsari Gelar Bukber “Dahar Gedhen”, 400 Porsi Rawon Ludes Diserbu Jamaah

Suasana berbeda terasa di Masjid Tegalsari, Jalan Dr Wahidin No. 34, Tegalsari, Bumi Laweyan, pada Kamis (26/2/2026). Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, takmir masjid menggelar program buka puasa bersama bertajuk “Dahar Gedhen”, sebuah konsep makan besar yang menghadirkan kebersamaan dalam nuansa lebih hangat dan akrab.

Berbeda dari hari biasa yang menyajikan menu berbuka dalam kemasan styrofoam atau kotak kardus sebanyak 250 porsi, kali ini panitia menyiapkan 400 porsi makanan yang disajikan langsung di atas piring.

Ketua panitia, H. Al Amin, SE—akrab disapa Amin—mengungkapkan, jamaah mulai berdatangan sejak pukul 17.00 WIB. Namun sebelum berbuka, rangkaian kegiatan diawali dengan khotmil Qur’an.

“Alhamdulillah, jamaah yang hadir luar biasa. Mereka tidak hanya dari sekitar Tegalsari, tetapi juga dari Mangkuyudan, Penumping, Panularan, Sriwedari, Baron, bahkan dari Cemani,” ujar Amin.

Menu Spesial: Rawon Daging Potong Besar

Untuk edisi Kamis tersebut, panitia menyajikan rawon sapi dengan potongan daging besar. “Dagingnya kita potong gede supaya jamaah puas,” kata Amin sambil tersenyum.

Menu pendamping yang disajikan antara lain telur asin, bergedel, tahu bakso, kerupuk udang, kurma, serta es blewah. Adapun teknis berbuka diawali dengan minum teh dan kudapan ringan, kemudian makan besar dilaksanakan usai salat Magrib.
Antusiasme jamaah membuat seluruh hidangan habis tak tersisa. Bahkan, sejumlah panitia tidak kebagian makanan.

“Persediaan habis semua. Beberapa panitia termasuk saya malah tidak kebagian. Tapi kami justru bersyukur karena respons masyarakat sangat tinggi,” tambahnya.

Dari Senin Jadi Dua Kali Sepekan

Program “Dahar Gedhen”sebenarnya telah digelar tahun lalu, namun hanya setiap Senin. Melihat tingginya minat masyarakat, tahun ini kegiatan diperluas menjadi dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis.

Menurut Amin, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antara jamaah masjid dan masyarakat umum.

“Kami ingin Ramadan ini penuh keberkahan. Ini juga bentuk kolaborasi antara para dermawan atau aghniya dengan masyarakat. Mereka mendonasikan hartanya untuk mendukung kegiatan ini,” jelasnya.

Salah satu donatur yang turut ambil bagian adalah H. Puspo Wardoyo, yang menurut Amin akan kembali mendukung satu hari pelaksanaan “Dahar Gedhen” seperti tahun sebelumnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berakhir sekitar pukul 18.45 WIB. Sebagian jamaah kembali ke rumah masing-masing, sementara lainnya melanjutkan ibadah salat Isya dan Tarawih di masjid.

Dengan konsep sederhana namun sarat makna kebersamaan, “Dahar Gedhen” menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kepedulian antarumat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP