Pelatihan Konten Dakwah Digelar di Kampus 2 UDB, Remaja Masjid Antusias Belajar Media Digital

Upaya memajukan media dakwah masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) terus dilakukan. Forum Komunikasi TPA Kelurahan Sondakan (Forkita) bekerja sama dengan Universitas Duta Bangsa Surakarta menggelar Pelatihan Pembuatan Konten Media Dakwah Masjid dan TPA, Ahad (1/3/2026), pukul 08.00–11.00 WIB.

Kegiatan berlangsung di Gedung FIKES Kampus 2 UDB Laweyan, Jalan Samanhudi No. 93, Sondakan, Surakarta. Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari remaja masjid dan guru TPA mengikuti pelatihan tersebut. Mayoritas peserta berusia muda, meski terdapat sekitar tiga peserta yang tergolong sepuh.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Dimas Anjar Saputro, S.Kom., yang membawakan materi pembuatan konten kreator, serta Rifky Kuntoro Adi, A.Md.Kom., yang menyampaikan materi manajemen iklan.

Suasana pelatihan berlangsung nyaman karena bertempat di laboratorium komputer Kampus 2 FIKES UDB Surakarta yang luas dan ber-AC. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung praktik membuat konten digital untuk media dakwah.

Salah satu peserta, Izzatunnisa, pelajar SMK yang juga remaja Masjid Al Aqsa Mutihan Sondakan dan pengajar TPA, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat.

“Alhamdulillah, kegiatan pelatihan tadi sangat membantu saya untuk meningkatkan ide membuat konten dan menggunakan AI dengan bijak di era digital ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Faisal, pelajar SMK dan remaja Masjid Roudlotul Iman Jantirejo, Sondakan.

“MasyaAllah, salah satu program yang keren, menumbuhkan semangat belajar sekaligus semangat membangun masjid untuk mencari ladang pahala. Semoga ada program lanjutan yang lebih seru dan menarik. Terima kasih atas dedikasinya,” ungkapnya.

Ketua Forkita penyelenggara pelatihan yang juga Sekretaris DMI Laweyan, Agung Nugraha, mengatakan pelatihan ini digelar untuk mengisi hari-hari Ramadan 1447 H dengan kegiatan yang berkah dan bermanfaat.

“Teman-teman remaja masjid banyak yang juga menjadi pengajar TPA. Karena rata-rata TPA berada di masjid, langgar, dan mushola, pelatihan ini diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas agar masjid dan TPA semakin maju lewat media digital,” jelasnya.

Agung menambahkan, di akhir kegiatan peserta menerima kenang-kenangan berupa gantungan kunci dari Forkita serta uang dalam amplop sebagai pengganti senek/konsumsi pelatihan karena sedang puasa.

“Sambil tersenyum kami sampaikan, uangnya sedikit dan jangan dipandang nilainya,” ujarnya ringan.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan dakwah berbasis digital di wilayah Sondakan, sekaligus mendorong generasi muda masjid untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP