Baru Saja Pendaftaran Dibuka, 200 Peserta Program “Golek Garwo” Masjid Syeikh Zayed Diserbu Para Jomblo

Kabar baik bagi para laki-laki dan perempuan yang masih betah menjomblo dan ingin segera membina rumah tangga. Menjelang Ramadhan 1446 H/2025 M, Masjid Syeikh Zayed Solo meluncurkan program spesial Golek Garwo. Program ini sengaja digelar untuk merespon keprihatinan akan adanya tren penurunan angka pernikahan di Indonesia. Demikian disampaikan Ryan Budi Nuryanto, Ketua Forum Taaruf Indonesia (FORTAIS) Yogyakarta Patner dari Masjid Syeikh Zayed Solo, saat diwawancara pada Senin (17/02) kemarin.

Ryan menambahkan, dirinya mau diajak berkolaborasi dengan Masjid Syeikh Zayed, disamping tertarik dengan tagline Masjid Syeh Zayed, di bulan Ramadan tentang “Ketahanan Keluarga” yang kebetulan temanya juga sama dengan Fortais. “Kebetulan Beliau juga punya tema yang sama di bulan Ramadan tentang ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga. Ya, ini kita kolaborasi di acara Golek Garwo. Kan tujuan endingnya adalah pembentukan keluarga dimulai dengan pencarian jodoh”, ungkap Ryan yang terlibat aktif dalam mencari jodoh di Kota Gudeg sejak 2011.

“Ada sebuah gejala yang Kami tangkap, nampaknya sebagian kaum muda sudah mulai “kurang” menjadikan pernikahan sebagai prioritas utama dari kehidupannya. Baik itu karena ingin menunggu kemapanan ekonomi, mengejar karir, kesulitan menemukan pasangan dan lain sebagainya”, bebernya.

Bahkan sering kita mendengar orang tua yang menanyakan, “Kapan nikah ?”, atau “Mbok saya dikenalkan dengan calonmu”, saat lebaran bersama keluarga besarnya itu, justru dianggap bulian. “Padahal, itu doa agar gadis tersebut sesegera mungkin mempunyai jodoh dan segera mau menikah”, paparnya.

Keprihatinan lainnya, di antaranya, setelah Ia melihat data dari Badan Pusat Statistik yang dihimpun dari berbagai sumber, angka pernikahan di Indonesia pada tahun 2023 adalah 1.577.255. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 128.093 dibandingkan dengan tahun 2022.

Untuk itu, bagi yang ingin mengakhiri masa jomblonya, mulai sekarang peserta dapat mendaftarkan diri secara online maupun offline dengan langsung ke kantor masjid Syeikh Zayed Solo. “Nanti saat mengisi formulir, jangan lupa melampiri data-data pribadi yang riil. Dalam artian, misalnya kalau dia single, singlenya harus jelas. Kalau ia duda/janda harus jelas dibuktikan dengan akte cerai atau akte kematian,” terangnya.

Pendaftaran gratis, akan ditutup pada (05/03/25) mendatang. Panitia akan mengundang peserta untuk hadir pada Sabtu/Ahad, 8 atau 9 Maret 2025. “Kami berharap mereka bisa hadir di masjid Syeikh zayed, sehingga bisa face to face”, katanya.

Dari 200 peserta yang telah mendaftar, komposisinya 1:2. Artinya, satu perempuan berbanding dengan dua orang laki-laki. “Ini masih normal. Karena biasanya kadang-kadang kita pernah mengalami 3:1, perempuannya lebih banyak dari laki-lakinya”, ungkapnya.

Sebagai penutup, Ryan berharap even ini bisa menjawab kegelisahan dan menambah kebahagiaan banyak orang, terutama para lajang dan orang tua yang mengalamai kesulitan mencarikan jodoh anaknya. (Sol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP