Di Usia Masjid Yang Ke-135 Tahun, Syeikh Abdurrahman bin Jaber Sampaikan Tausiyah untuk Penguatan Umat

Masjid Al Fatih yang berada di kawasan Kepatihan Wetan menandai perjalanan panjangnya sebagai salah satu masjid bersejarah di Kota Surakarta. Dalam acara silaturahmi dan tausiyah Ahad siang (07/12/2025), Takmir Masjid Al Fatih, Prof. Sholahuddin, mengisahkan kembali jejak berdirinya masjid tersebut yang telah berusia 135 tahun Hijriah atau sekitar 130 tahun Masehi.

“Masjid ini berdiri sejak tahun 1312 Hijriah, hingga sekarang 1437 Hijriah. Jadi masjid ini sudah berumur 135 tahun H,” tutur Prof. Sholahuddin dalam sambutannya.

Beliau menjelaskan bahwa Masjid Al Fatih didirikan oleh Sri Susuhunan Paku Buwono X sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada sang istri, yang merupakan putri dari seorang Patih pada masa itu. Karena memiliki keterkaitan kuat dengan Keraton Surakarta, masjid ini dipilihkan warna biru muda sebagai identitas khasnya.

“Kalau Mangkunegaran warnanya hijau, maka biru muda ini menunjukkan ciri khas Keraton Surakarta,” jelasnya.

Prof. Sholahuddin bahkan menyebut masjid ini sebagai “masjid cinta”, dan mempersilakan masyarakat yang ingin menggelar akad nikah untuk memanfaatkan fasilitas masjid. “Di aula itu bisa untuk walimahan. Kalau sampai keluar, bisa menampung 150–200 orang,” imbuhnya.

Acara turut dihadiri Lurah Kepatihan Wetan, Babinkamtibmas, jamaah Masjid Al Fatih, serta masyarakat sekitar.

Sementara itu Syeikh Abdurrahman bin Jaber, adik kandung Syeikh Ali bin Jaber, dalam tausiyahnya, mengajak jamaah untuk tidak melupakan saudara-saudara Muslim di Aceh, Sumatera Utara, dan Padang yang tengah diuji oleh Allah SWT.

“Kita doakan semoga Allah SWT menerima amal ibadah saudara-saudara kita yang wafat dan memberikan pengganti yang lebih baik bagi apa yang mereka tinggalkan,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya memperbanyak membaca shalawat, karena di dalamnya terdapat keberkahan dan kemudahan untuk segala hajat.

“Kalau kita punya hutang, ingin punya anak yang saleh, atau memiliki keinginan apa pun, banyak-banyaklah membaca shalawat. Allah SWT akan mengabulkannya,” jelas Syeikh Abdurrahman.

Di tengah tantangan zaman yang penuh fitnah, Syeikh Abdurrahman mengingatkan agar setiap keluarga menyibukkan diri dengan Al Qur’an.

“Jika kita ingin keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, maka luangkan waktu untuk membaca Al Qur’an walaupun hanya lima menit. Niscaya keberkahan keluarga itu akan terasa,” pesannya.

Beliau juga menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat.

“Tidak ada batasan dalam menuntut ilmu. Tua muda semuanya wajib. Apalagi sekarang banyak Al Qur’an terjemahan dan berbagai macam tafsir yang mudah diakses,” terangnya.

Menutup tausiyahnya, beliau berpesan agar semua ilmu yang dipelajari disertai dengan niat yang ikhlas.

“Semoga Allah SWT memudahkan akhlak kita agar selaras dengan akhlak Al Qur’an. Dan semoga apa yang dipelajari hari ini menjadi manfaat bagi seluruh yang hadir,” pungkasnya.(Abdus Sholeh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP