Semangat generasi muda menghidupkan bulan suci Ramadhan tampak nyata di Masjid Muttaqin yang beralamat di Jalan KH Samanhudi No. 111, Premulung, Sondakan, Laweyan. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan yang ramai dan penuh antusiasme, khususnya dari kalangan Generasi Z.
Beragam program digelar sepanjang Ramadhan, mulai dari pengajian jelang berbuka, buka puasa bersama jamaah, salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, i’tikaf di 10 hari terakhir, hingga peringatan Nuzulul Qur’an. Seluruh kegiatan tersebut dimotori oleh Remaja Masjid Muttaqin (RMM), dengan pendampingan serta arahan dari para pengurus masjid.
Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah tadarus Al-Qur’an yang diikuti puluhan remaja setiap malam usai salat Tarawih. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa.
Penasehat RMM, Muhammad Rofiq Anfasa Putra, yang akrab disapa Anfasa, mengungkapkan bahwa kegiatan tadarus mulai berjalan aktif pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah salat Tarawih.
“Setiap malam rata-rata ada sekitar 25 peserta, putra dan putri. Anggota RMM dan panitia Ramadhan juga ikut mendampingi,” ujarnya.
Dalam satu malam, para peserta mampu menyelesaikan tiga hingga empat juz Al-Qur’an. Kegiatan biasanya berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.
Menurut Anfasa, tadarus bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan penguatan ukhuwah Islamiyah di kalangan remaja.
“Selain mencari ridha Allah SWT di bulan Ramadhan, ini juga jadi ajang belajar melancarkan bacaan Al-Qur’an. Ada yang sudah lancar, ada yang masih belajar. Yang paling terasa, teman-teman jadi lebih rajin ke masjid. Sebelum Ramadhan mungkin jarang ke masjid, sekarang jadi aktif,” jelasnya.
Antusiasme itu juga dirasakan langsung oleh para peserta. Noah, siswa SMK, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Bagi saya, mengikuti tadarus banyak sekali manfaatnya. Membaca Al-Qur’an bisa mendapat pahala per huruf,” katanya.
Hal senada disampaikan Nico, seorang karyawan yang turut bergabung dalam tadarus.
“Asyik dan gayeng. Bisa ngaji bareng-bareng, sering ketemu teman-teman,” ujarnya.
Sementara itu, Arfa, siswa SMP, mengaku semakin termotivasi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.
“Banyak teman untuk ngaji, bisa belajar bersama. Saya ingin lebih lancar baca Al-Qur’an,” tuturnya.
Kehadiran Gen Z dalam kegiatan tadarus di Masjid Muttaqin menjadi bukti bahwa semangat religius di kalangan anak muda tetap tumbuh dan berkembang. Ramadhan pun tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan dan pembinaan generasi penerus yang berakhlak dan berilmu.