Masjid Laweyan Lantunkan Sahadat Kures, Rangkaian “Memulya Ki Ageng Henis” Resmi Ditutup

Lantunan Sahadat Kures menggema di Masjid Laweyan, Rabu malam (11/2/2026), menandai penutupan rangkaian agenda “Memulya Ki Ageng Henis” yang digelar sejak Selasa (10/2/2026).

Tradisi pembacaan peninggalan era Sultan Agung Hanyakrakusuma itu menjadi momen sakral yang mengakhiri dua hari kegiatan penuh khidmat.

Masjid Laweyan yang beralamat di Jalan Liris I, Belukan, Pajang, Laweyan ini menjadi pusat pelaksanaan kegiatan. Acara perdana tersebut diinisiasi oleh Pokdarwis Kelurahan Pajang dan didukung Pemerintah Kota Surakarta.

Ketua panitia, Dedy Rusyanto, yang juga Ketua Pokdarwis Kelurahan Pajang, menjelaskan bahwa kegiatan “Memulya Ki Ageng Henis” baru pertama kali diselenggarakan pada 2026.
“Ini bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Henis sebagai tokoh penting yang melahirkan raja-raja besar trah Mataram Islam di Indonesia. Masjid Laweyan menjadi alasan kuat kegiatan ini digelar di sini, karena didirikan beliau pada 1546 dan menjadi salah satu cagar budaya tertua di Surakarta,” ujarnya.

Rangkaian acara dimulai Selasa (10/2/2026) dengan pembacaan sholawat Berzanji yang dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi. Pada kesempatan itu juga dibuka stan bazar UMKM jamaah masjid setempat sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi warga.

Memasuki hari kedua, Rabu (11/2/2026), selepas salat Maghrib hingga Isya, Sahadat Kures dibacakan oleh sejumlah ulama Keraton Surakarta. Tradisi ini menjadi simbol penutup rangkaian kegiatan religius dan budaya tersebut.

Puncak acara digelar seusai salat Isya melalui pengajian yang disampaikan Penghulu Tafsir Anom Keraton Surakarta Hadiningrat, KRT KH Muhammad Muhtarom, S.Pd.I, M.Pd.I, M.Si, yang juga Ketua DMI Surakarta. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayati serta KGPAA Mangkunegara X.

Meski sepanjang pelaksanaan kegiatan diguyur hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga sekitar memadati area masjid untuk mengikuti setiap rangkaian acara. Rangkaian “Memulya Ki Ageng Henis” masih berlanjut pada Kamis (12/2/2026) dengan agenda nyekar di makam Ki Ageng Henis yang berada tepat di sebelah barat Masjid Laweyan.

Dedy menambahkan, kegiatan ini akan diupayakan menjadi agenda tahunan sesuai arahan Wali Kota Surakarta dalam sambutannya. “Harapannya, ini bukan hanya tradisi seremonial, tetapi juga menjadi pengingat sejarah dan penguat identitas budaya masyarakat Laweyan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP