Masjid Tegalsari Laweyan Berganti Mahkota

Peristiwa bersejarah untuk Masjid Tegalsari Laweyan di jalan Dr. Wahidin No 36 Tegalsari kelurahan Bumi kecamatan Laweyan Surakarta terjadi Sabtu, 23/12/2023, peristiwa tersebut digantinya mahkota atau kubah masjid tegalsari laweyan sejak awal berdiri yang sudah hampir 1 abad tahun 1928, Masjid Tegalsari mempunyai luas 2. 000 meter persegi untuk luas bangunan 40m x 50m, bangunan masjid bersebelahan dengan SD/MI Takmirul Islam.

 

Menurut KH Khoirul Mustamir pengurus bagian ubudiyah yang dihubungi penulis lewat seluler, “Sejak awal berdiri tahun 1928 oleh pendiri dan pewakaf Masjid Tegalsari yakni KH. Ahmad Shofawi, beliau saudagar batik di Surakarta era itu termasuk hartawan, dermawan. Masjid Tegalsari adalah masjid swasta pertama yang dibangun di wilayah Surakarta, karena era itu yang bangun masjid dari kraton Surakarta atau Kadipaten Mangkungaran.

Mahkota atau kubah yang terbuat dari besi belum diganti, akhir-akhir ini sudah renta sehingga bagian dari mahkota itu ada yang terlepas sendiri dan membahayakan, maka pengurus Masjid Tegalsari memutuskan mengganti mahkota atau kubah masjid itu dengan yang baru dengan bahan yang lebih baik dari tembaga dan agak besar tapi tidak merubah aslinya”.

 

Kyai Mustamir, beliau disapa menambahkan dalam penggantian mahkota tersebut dihadiri ketua pembina yayasaan masjid Tegalsari KH. Muh. Halim Naharussurur, Ketua Yayasan KH. M. Idris Shofawi dan beberapa pengurus lainnya, sebelum pemasangan diadakan doa bersama.

 

kyai Mustamir menyampaikan pula bahan mahkota atau kubah yang lama dipotong kecil-kecil dimasukkan di lobang mahkota yang baru dengan tujuan agar amal jariyah sesepuh yang membiayai mahkota tidak hilang.

 

Meski prosesnya berjalan lamban karena harus hati-hati dalam pemasangan, akhirnya bisa terpasang dengan baik mahkota atau kubah Masjid Tegalsari Laweyan. [Agung Nugraha]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP