Mengawali tahun 2025 dan menyambut Ramadhan 1446 Hijriyah Masjid Agung tampil beda. Dari luar terlihat menara masjid tampak megah dengan cat barunya. Hal itu karena Dinas PUPR Pemkot Surakarta telah menyelesaikan proyek revitalisasi Masjid Agung yang dimulai pada Oktober 2024.
Masjid Agung Surakarta berlokasi di Kelurahan Kauman Kecamatan Pasar Kliwon satu alamat dengan Kantor Sekretariat PD DMI Surakarta, berdiri tahun 1768 dengan luas tanah 19.180 m2 adalah bangunan cagar budaya dan bukti sejarah peninggalan Kerajaan Mataram Islam di masa Sunan/Sinuhun Paku Buwono (PB) III. Sebagai masjid cagar budaya, perawatan bangunan dan tetap menjaga nilai sejarah terus dilaksanakan.
Revitalisasi terakhir yang dimulai pada bulan Okotber 2024 merehab tempat wudhu putra, memindah toilet putra bergeser ke barat, membuat hydrant dan saluran air yang memakai pipa besi, membuat drainase, merehab tempat parkir bagian selatan. Tidak ketinggalan perbaikan instalasi listrik dan upaya menambah lampu sorot di sekitar menara masjid agar terlihat indah saat malam tiba. Tidak ketinggalan, di halaman masjid tiang-tiang lampu tampil lebih apik dengan cat ulang serta hamparan pasir di halaman masjid untuk memaksimalkan fungsi halaman Masjid Agung sebagai kawasan resapan air hujan.
Berapa biaya dan dari mana dana revitalisasi Masjid Agung tersebut? Ketua Pengurus Masjid Agung Surakarta KH. M. Muhtarom, M.Si., M.PdI., sekaligus Ketua PD DMI Surakarta, biasa disapa Kiai Muhtarom menyampaikan, “Proyek revitalisasi mendapat bantuan hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sebesar Rp. 14 Miliar.”
