Songsong Ramadhan, 3 Masjid di Mojosongo Adakan Mabit

Meskipun Bulan Ramadhan masih beberapa pekan, namun geliatnya, di Bumi Soloraya, sudah terasa. Masing-masing takmir beserta pengurus masjid sibuk berkomunikasi dan menyiapkan dai-dai untuk membekali jamaahnya dalam kultum Sholat Tarawih dan Subuh, agar bisa berpuasa lebih berkualitas dan menggapai derajat yang dijanjikan, taqwa.

Namun, berbeda dengan tiga pengurus masjid yang ada di Mojosongo, sedikitnya 60 jamaahnya telah dibekali dengan kegiatan mabit (menginap) selama dua hari, di Masjid Baiturrahman, Desa Ngudal, Ngeblak, Tawangmangu, Karanganyar awal Januari kemarin. Ke-tiga masjid tersebut adalah Masjid Al Falah, Nurulloh dan Baiturrahim. Demikian pernyataan Sugianto, salah satu Takmir Masjid Al Falah RT 01 RW 36 Mipitan, Mojosongo melalui handphonenya pada Senin (10/02/25) sore.

“Menghadapi Ramadhan tahun ini, pengurus ketiga masjid yang ada di Mojosongo telah membekali jamaahnya dengan acara mabit, selama 2 hari, di Masjid Baiturrahman, Desa Ngudal, Nglebak, kecamatan Tawangmangu, Karanganyar pada Sabtu malam dan Ahad awal bulan kemarin”, ujarnya.

Masjid Baiturrahman ini menjadi tujuan, katanya, selain suasana alamnya indah, berada di lembah, di sebelah kanan dan kiri masjid terdapat perkebunan petani sayur. “Saking indahnya, kebanyakan orang mengatakan ‘seperti di surga'”, katanya. Selain itu, di sebelah masjid ada sungai yang airnya mengalir jernih, yang berasal dari umbul Udal-udalan.

“Di sungai itulah, warga memanfaatkan untuk mandi, olahraga bahkan digunakan untuk menyuplai persawahan dan perkebunan, terutama petani sayur”, ungkap Sugianto. Selain itu, masjid ini dipilih, karena jama’ah dan pengurus masjidnya masuk dalam kategori ekonomi sangat makmur. “Masyarakat sekitar, selalu antusias dalam kegiatan ibadah rutinnya. Tampak jadwal kegiatan masjid yang padat dalam rangka membina dan meningkatkan iman dan takwa jamaahnya”, bebernya.

Selama mabit, jamaah memperoleh binaan selain sholat lail dengan satu juz bacaan surat Al Qur’an yang diimami Ust. Irfan Al Hafidz, alumni Ponpes Isy Karima, Karanganyar, juga mengikuti majelis taklim, usai sholat subuh berjamaah.

Sebagai kegiatan penutup, jamaah diajak menuju umbul Udal-udalan untuk menikmati dinginnya air umbul dan berbelanja sayur-mayur dari jamaah masjid Baiturrahman itu sendiri. “Masyarakat Ngudal tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kunjungannya, bangga dan menyambut baik jamaah yang mengikuti mabit di kampungnya, meskipun dalam suasana yang sangat dingin”, pungkasnya.

Tepat pukul sembilan pagi, seluruh peserta mabit berpamit dan meninggalkan pengurus masjid Baiturrahman pulang ke Solo dengan menaiki mobil Elf yang disewa. Kegiatan yang dilakukan rutin setiap tahun itu, masing-masing peserta dikenakan iuran sebesar Rp.100 ribu. (Sol).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP