Surakarta, 21 Desember 2025 – Dalam rangka pembinaan Takmir masjid se-Surakarta, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Surakarta mengajak seluruh takmir dan pengurus masjid untuk bergabung dengan program BPJS Ketenagakerjaan. Acara ini dilaksanakan di Hotel Megaland, Ahad (21/12), dihadiri oleh para pengurus masjid, Imam, Marbot, serta pihak terkait lainnya.
Ketua DMI Surakarta, KH Muhtarom, S.Pd.I, M.Si, M.Pd.I, menyampaikan bahwa penting bagi para pelaku operasional masjid, seperti takmir, imam, marbot, dan muadzin, untuk mendapatkan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Dengan bergabung dalam program ini, mereka akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan berbagai manfaat lainnya yang dapat memberikan rasa aman dan perlindungan.
“Para pengurus masjid dan takmir, yang selama ini menjalankan tugas mulia untuk mengelola dan memakmurkan masjid, juga perlu mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan yang layak. BPJS Ketenagakerjaan adalah solusi yang tepat untuk itu,” ujar KH Muhtarom dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Surakarta, H. M. Qoyim, S.Sos, menyatakan bahwa BAZNAS akan mendukung penuh inisiatif ini. BAZNAS akan membantu pendanaan bagi pengurus atau takmir masjid yang mendaftarkan personilnya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Program ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi para pengurus masjid yang bekerja tanpa pamrih. BAZNAS siap membantu pembiayaan untuk pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga takmir, imam, marbot, dan muadzin bisa lebih fokus dalam menjalankan tugasnya,” kata H. M. Qoyim.
Dengan langkah ini, DMI Surakarta berharap dapat memberikan perhatian yang lebih kepada para pengelola masjid, yang seringkali bekerja tanpa upah tetap, namun memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.
Harapan ke Depan
Ke depan, DMI Surakarta akan terus mengajak masjid-masjid di wilayah Surakarta untuk mendaftarkan pengurusnya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bentuk penghargaan terhadap pengabdian mereka dalam memakmurkan masjid dan masyarakat sekitar. [Agung Nugroho]