Assholatu Tasbiiih… Assholatu Tasbiih… sayup sayup terdengar dari masjid di tengah malam memanggil jama’ah, sebagai sarana i’tikaf. Tentunya panggilan tersebut disambut Umat Islam yang ingin lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. memohon ampunan dosa dan salah, ingin meraih Lailatul Qodar yang didamba Umat Islam di penjuru dunia, untuk meramaikan memakmurkan kembali masjid di 10 hari terkahir Ramadan.
Panggilan tersebut di 10 hari terakhir Ramadan diucapkan lewat pengeras suara beberapa masjid di daerah Laweyan, ada Masjid Muslim Todipan Kelurahan Purwosari, Masjid Kabangan Kelurahan Bumi, Masjid Tegalsari Kelurahan Bumi. Sholat Tasbih adalah sholat sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. kepada paman beliau Abbas Bin Abdhul Mutholib dengan membaca kalimat tasbih sebanyak 300 kali, dengan 4 rakaat 2 salam.
Menurut Haji Budi Taruno salah satu Pengurus Masjid Muslim Kelurahan Purwosari, yang juga Jama’ah Sholat Tasbih, dalam pelaksanaan Sholat Tasbih biasanya jam 23.30 jama’ah mulai dipanggil jam 24.00 atau jam 00.00 Sholat Tasbih dimulai. Sholat Tasbih dirasa berat karena mulai tengah malam dan harus berkonsentrsi penuh menghitung bacaan Tasbih. Sholat Tasbih selesai sekitar hampir 1 jam. Setelah selesai Sholat Tasbih dilanjut doa dzikir merenung diri munajad kepada Allah SWT. mohon ampunan atas dosa dan salah, baca Al Qur’an, sampai menjelang sahur.
Namun di masjid lain, Masjid Agung Kauman Surakarta, Masjid Al Furqon Danukusuman Kecamatan Serengan, Masjid Nurul Huda, Bulak Indah, Kelurahan Karangasem Kecamatan Laweyan i’tikaf dengan tausiyah, Sholat Tahajud merenung muhasabah diri dengan melantunkan doa dzkir, baca Al Qur’an.
Menurut Budi Hartanto jama’ah di Masjid Nurul Huda Bulak Indah Karangasem, Laweyan di Masjid Nurul Huda i’tikaf dengan Tausiyah, dilanjut Sholat Tahajud setelah itu baca doa dzikir muhasabah diri mohon ampunan dosa, juga harapan dari i’tikaf bisa meraih Lailatul Qodar. Setelah rangkaian i’tikaf tersebut pihak Masjid Nurul Huda menyediakan makanan minuman untuk sahur.
Begitu pula di Masjid Agung Surakarta juga melaksanakan i’tikaf, menurut Ustadz Abdul Basid Rohmat Pengurus Masjid Agung Surakarta yang juga Bendahara PD DMI Surakarta, “Masjid Agung menyediakan 500 porsi menu makanan minuman untuk makan sahur bagi jamaah i’tikaf di Masjid Agung setiap hari di 10 hari terakhir Ramadan, Ustadz Basid menambahkan “jama’ah melaksanakan i’tikaf adalah mengikuti sunnah nabi terutama yang dilakukan para sahabat Nabi, dengan harapan pula dari i’tikaf akan meraih Lailatul Qodar, setelah Ramadan tambah iman taqwanya”.
Pengurus Masjid Al Furqon Danukusuman Kecamatan Serengan Ridwan Dawud Salam “menurutnya pengurus masjid menyiapkan agenda 10 hari terkahir Ramadan untuk memfasilitasi Umat Islam yang ingin i’tikaf, sekaligus masjid kembali ramai, makmur di malam 10 hari terakhir Ramadan”.
