Mulai Hilangnya Beberapa Jama’ah Sholat Tarawih di Masjid

Bulan Suci Ramadan selalu dinanti Umat Islam di seluruh penjuru bumi, ada yang khas ibadah di bulan suci Ramadan, yakni Sholat Tarawih.

Umat Islam selalu bersemangat menyambut Ramadan dengan malamnya melakukan Sholat Tarawih. Awal Ramadan Umat Islam berbondong-bondong memenuhi masjid, langgar, musholla, untuk melakukan Sholat Tarawih, bahkan ada masjid, langgar, musholla membludak tidak muat menampung lonjakan jama’ah yang datang.

Namun mulai 10 hari atau pertengahan bulan Ramadan mulai berkurang, hilang beberapa jama’ah yang awal Ramadan sempat memenuhi masjid, langgar, musholla.

“Sudah mulai berkurang jama’ah Sholat Tarawih di masjid kami di bulan Ramadan memasuki 10 hari yang kedua ini, awal Ramadan sempat masjid membludak bahkan sampai di luar masjid yang Sholat Tarawih, Masjid Al Furqon, Danukusuman, kecamatan Serengan” demikian penuturan Ridwan salah satu pengurus masjid di Kecamtan Serangan yakni Masjid Al Furqon, yang merasakan kehilangan beberapa jama’ah di masjidnya.

Di Masjid Agung Surakarta Ustadz Ir. H. Abdul Basid Rohmat, pengurus Masjid Agung Surakarta, yang juga Bendahara Dewan Masjid Indonesia/DMI Surakarta juga merasakan mulai berkurang atau hilang jama’ah Masjid Agung Surakarta di pertengahan bulan Ramadan, Ustadz Basid memberikan alasan kenapa jama’ah mulai berkurang atau hilang karena Ramadan ibarat kompetisi semakin lama akan mengerucut mana umat yang masih bertahan istiqomah jama’ah di masjid, langgar, musholla dan nanti di akhir Ramadan akan diketahui siapa pemenangnya yang masih kuat bertahan di masjid, langgar, musholla. Juga akan terlihat kadar keimanan ketaqwaan umat yang serius beribadah Ramadan, sebenarnya Allah SWT. akan memberikan hadiah apabila umat sungguh-sungguh ibadah di bulan Ramadan, karena di bulan Ramadan ada yang akan dapat hadiah  Lailatul Qodar, yakni malam yang lebih mulia dari seribu bulan, tentang  Lailatul Qodar di terangkan di salah satu surat di Al Qur’an yakni Surat Al Qodar, menurut ulama imam Al Ghozali Lailatul Qodar turun di 10 hari terakhir Ramadan. Dan Allah SWT. yang memberikan anugerah Lailatul Qodar itu, umatpun tidak mengetahui juga kalau mendapat Lailatul Qodar. Demikian Ustadz Basid menuturkan memberikan sebab jama’ah mulai berkurang/ hilang yang awal Ramadan sempat memenuhi masjid, langgar, musholla.

Namun,  Masjid Tegalsari di Jl. Dr. Wahidin No. 34, Kelurahan Bumi,   Kecamatan Laweyan Kota Surakarta salah satu panitia Ramadan Masjid Tegalsari, Achmad Fadhli Rizki biasa disapa Kiki menyatakan “Masjid Tegalsari tidak banyak  yang berkurang cenderung tetap jama’ah Sholat Tarawih  10 hari ke 2 dibulan Ramadan”.

Demikian fenomena bulan Ramadan tentang Sholat Tarawih di beberapa masjid, langgar, musholla daerah Surakarta, yang mulai hari 10 ke dua jamaah Sholat Tarawih berkurang. Harapan pengurus masjid, langgar, mushollah, di 10 hari terakhir jama’ah bisa kembali memenuhi masjid, langgar, musholla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP