Salah satu kegiatan Forkompinda Kota Surakarta diantaranya melakukan sholat jum’at keliling di Masjid yang ada di Kota Surakarta, sekali dalam setiap bulan. Dipenghujung 2023, para pejabat Forkompinda Kota Surakarta menutup kegiatan rutinnya pada jum’at ke-2 dengan melakukan sholat jum’at keliling, di Masjid Al Hidayah, Semanggi, Pasar Kliwon yang terletak di ujung tenggara Kota Surakarta.
Adapun tujuannya, menurut Bambang Harjanto, selaku Sub Koordinator Bina Mental Spiritual Kesra Kota Surakarta adalah untuk mendekatkan antara umaro’, ulama’ dan mewujudkan kehidupan di Kota Surakarta yang semakin nyaman, aman, tenteram dan toleran.
“Dilanjut, karena untuk mendekatkan diri antara ulama dan umaro. Karena dengan saling bersilaturahmi, maka akan dapat mewujudkan kehidupan di Surakarta yang semakin nyaman, aman, tenteram dan toleran”, ujar Bambang saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya terkait sholat jum’at keliling Forkompinda di tahun politik yang mulai hangat usai debat pertama pada Rabu (13/12) kemarin.
Selain dilanjut, menurut Bambang, format dan volumenyapun tidak ada perubahan. Karena, sifatnya hanya mengunjungi masjid yang telah ditunjuk dan melakukan sholat. Usai memperoleh sambutan dari takmir, pejabat Forkompinda memberikan arahan dan bantuan bagi jamaah masjid yang membutuhkan bersama Baznas.
“Ya formatnya sama, jadi kita itu sifatnya hanya sholat Jum’at disitu. Setelah pengurus masjid memberikan sambutan, pihak Forkompinda bersama Baznas memberikan (bantuan) sembako kepada jamaah masjid yang membutuhkan. Selain itu kita juga memberikan mushaf al Qur’an. Jadi sifatnya itu kita saling meningkatkan silaturahim”, ungkapnya.
Bambang menambahkan, kita hanya saling mengunjungi masjid di wilayah kecamatan yang satu dengan masjid di kecamatan yang lainnya. “Bergiliran. Kemarin kita mengunjungi masjid di Pasar Kliwon besuk di Jebres, bulan berikutnya di Banjarsari, itu giliran satu bulan sekali”, kata Bambang.
Saat ditanya mengapa tidak diadakan dialog, mumpung bertemu warga ?. Bambang menjelaskan bahwa format pertemuan Forkompinda dengan jamaah hanya sholat jum’at saja. Formatnya tidak ada dialog.
“Itu tergantung dari pimpinan. Karena selama ini pimpinan sifatnya hanya sholat saja begitu. Kalau dialog, nanti waktunya juga banyak. Itu nanti (dialog) akan ada forum tersendiri. Bukan kita. Itu dari Kesra sifatnya hanya untuk mendekatkan. Bukan dialog. Usai memperoleh sambutan dari tuan rumah, kemudian memberikan arahan dan bantuan, lalu selesai”, bebernya.
Selama melaksanakan sholat jum’at keliling dan sejak ditunjuk sebagai Sub Koordinator Bina Mental Spiritual pada 2022, Bambang mengucapkan terimaksih kepada seluruh takmir dan pengurus masjid yang sudah bekerjasama dengan baik selama ini. (Abdus Sholeh)