Bisa Jadi Fitnah Muadzin Yang Tidak Bertajwid, Kaderisasi Segera Dianggit

Banyaknya kesalahan yang dilafalkan para muadzin, di Solo Raya khususnya, yang ternyata bisa menjadi fitnah bagi pengurus masjid dan pengampunya, memperoleh perhatian dari instansi Pemerintah Kota maupun Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah Surakarta. Melalui acara Pembinaan Kader Muadzin & Imam Masjid yang digelar di Aula Man Jadda Wajada, SMA Diponegoro pada Sabtu (23/11) kemarin, kedua narasumber KH. Musta’in Nasoha, dengan materi “Fikih Adzan Dan Fikih Sholat”, dan Ust. Muhammad Amiruddin, materi dengan judul “Persiapan Menjadi Seorang Muadzin” memaparkan kepada peserta perwakilan masjid Se-Solo Raya. Namun sayang, karena waktu yang terbatas, pesertapun berharap acara tersebut ada tindaklanjutnya.

Menyoroti hal tersebut, Muhammad Amirudin, selaku narasumber, dalam paparannya lebih mengedepankan penerapan tajwid pada adzan. Hal itu dikarenakan, masih banyaknya kesalahan atau kekurangan yang dilakukan para muadzin yang ada di masjid-masjid.

“Tadi kita bahas disitu. Harapannya itu ada sosialisasi kaitannya dengan kesadaran membaca adzan itu, ternyata tidak asal-asalan. Ada ilmunya. Semua ada ilmunya”, ujarnya saat diwawancara usai acara.

Bapak satu anak itu mengatakan bahwa acara tersebut bagus sekali. Paling tidak perwakilan dari masjid-masjid itu nanti bisa berdampak positif, sehingga nantinya bacaan muadzin menjadi semakin baik dan enak didengar.

“Tajwidnya diperhatikan. Soal kemerduan, variasi lagu itu, bisa saja meniru dari youtube banyak. Tetapi,kadang-kadang yang terlena itu tajwidnya”, tegasnya hingga perlu diulangi lagi.

Saat ditanya bagaimana dengan adzan di Solo, apakah sudah layak ?. Pria yang tinggal di Nayu, Banjarsari, Kota Solo ini menyatakan, meskipun tidak semuanya, namun banyak sekali ditemui kesalahan ucapan dan tajwid, sehingga kalau didengarkan secara keilmuan tidak bagus dan kesannya itu ya tadi ; asal-asalan.

“Padahal masjid itu juga salah satunya bukan hanya tempat sholat berjamaah. Tetapi, disitu juga ada majelis ilmu. Maka dari itu pembinaan generasi muda untuk menjadi imam rowatib, kemudian muadzin, itu juga diperhatikan. Dengan begitu bisa selaras semuanya”, ungkapnya dengan nada prihatin.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, katanya, kaderisasi perlu diadakan. Misalnya, pihak masjid bisa menyisipkan pengetahuan bagaimana menjadi muadzin yang baik kepada anak-anak yang sedang belajar TPA. Kemudian, konsentrasinya difokuskan tidak hanya konsentrasi di lagu dan suara saja, akan tetapi lebih kepada tawidnya.

“Jadi nanti kalau sudah tajwidnya terbawa (saat) membaca al Qur’an, adzan, sholawatan, kemudian doa, membaca hadits, dan dalil-dalil itu,Insya Alloh nanti enak-enak saja kita disitu. Mau lagu atau variasi apapun, monggo !”, tuturnya bersemangat.

Bagi yang faham ilmu, katanya, apabila tajwid muadzinnya salah, maka akan merasa risi ditelinga dan menjadi keprihatinan bagi yang mendengar. Bahkan terkadang malah menjadi fitnah.

“Masjid ini apa tidak ada kiainya, kok orang adzan seperti itu dibiarkan ?. Itu yang banyak terjadi seperti itu “, tegas narasumber yang mengaku baru tiga kali menyampaikan materi ini secara formal di Soloraya.

Meskipun demikian, Amir, sebutan akrabnya, optimis dan menilai acara yang positif seperti ini mestinya bisa berkesinambungan untuk pembahasan yang berkaitan dengan kemasjidan.

“Karena ini dekat dengan kemasjidan, (maka) fikih masjid, fikihnya imam, dan fikih muadzin, itu juga perlu di teruskan dan berkesinambungan”, imbuh Bapak yang putranya juga sedang belajar di PTIQ Jakarta.

Dia berharap, peserta yang hadir ini bisa menjadi kepanjangan tangan DMI dan meneruskan ke masjidnya masing-masing.

Untuk menuntaskan permasalahan yang ada, diakhir wawancaranya, Amir memberi tips untuk menjadi muadzin yang terbaik; Menguasai tajwid, bacaannya bagus, makhorijul huruf, mahkamul huruf, sifatul huruf, dan tajwidnya bagus. Kemudian memiliki suara yang bagus, nafas Panjang, dan mau belajar.

“Bagi pemula, (yang memiliki) nafas pendek atau nafas panjang, untuk variasi lagu bisa belajar di youtube. Tinggal membuka saja”, pungkasnya. (Sol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP