Adanya permasalahan ucapan lafal adzan oleh Sebagian para muadzin, di Solo Raya, memperoleh tanggapan serius dari pengurus DMI Kota Surakarta. Dewan Masjid Indonesia, yang menjadi wadah dan naungan semua masjid dan musholla di Indonesia itu, merespon permasalahan tersebut dalam wujud Pembinaan Kader Muadzin & Imam Masjid yang digelar di Aula Man Jadda Wajada, SMA Diponegoro pada Sabtu (23/11) kemarin.
Dengan adanya paparan dari kedua narasumber KH. Musta’in Nasoha, dengan materi “Fikih Adzan Dan Fikih Sholat”, dan Ust. Muhammad Amiruddin, materi dengan judul “Persiapan Menjadi Seorang Muadzin” tadi, rasa bersalah terlihat dari raut muka para peserta serta ta’dzimnya mengikuti paparan selama dua jam lebih. Maka tidaklah berlebihan jika Muhammad Zainul Falaq, ketua panitia pelaksana yang juga penyuluh PPPK Kemenag Kota Surakarta itu, memberi apresiasi kepada para peserta. Berikut hasil wawancara usai pembinaan digelar.
Apa yang melandasi acara ini digelar ?.
Pertama, memang dari pemikiran atau inisiatif baik itu, dari pemkot maupun DMI dan direspon oleh DMI masing-masing kecamatan. Memang permasalahan yang mendasar daripada imam rowatib maupun muadzin itu memang banyak permasalahan. Lha, dengan adanya acara ini diharapkan, mereka semakin memahami fikih muadzinya bagaimana, fikih menjadi seorang imam itu bagaimana ?, Jadi, tidak sekedar asal-asalan; sak onoke wong. Haha. Itu tidak semacam itu, makanya diharapkan ya meskipun waktunya sebentar, tapi paling tidak punya dasar untuk menjadi imam atau muadzin yang benar itu bagaimana.
Nah, itulah yang menjadi dasar pemikiran kami, sehingga kami menyampaikan kepada peserta semacam itu. Mereka ada keinginan, terutama yang bertugas sebagai imam atau sebagai muadzin itu, kepingin tahu bagaimana fikihnya yang benar sebagai seorang muadzin maupun seorang imam.
Fenomena yang terjadi di Solo itu aneh. Banyak yang ingin menjadi imam, namun pengetahuan tentang keimaman, terutama bacaannya masih kacau, bagaimana ?.
Ya, tadi sebenarnya ada ketentuan-ketentuan khusus ya, menjadi seorang muadzin dan imam itu bagaimana. Ada syarat-syarat khusus yang memang seandainya itu sudah terpenuhi maka sahlah solatnya. Kalau muadzin sudah terpenuhi, maka sahlah adzannya.
Sebaiknya, secara fikih harus sesuai dengan fikih yang ada dan sesuai dengan madhab yang kita anut. Kan begitu. Tetapi, itulah Solo, nggih !. Solo itu sudah sekian ratus masjid dan mushola itu, sudah menjadi fenomena tersendiri.
Jadi, hampir sekitar 100 meter saja ada masjidnya atau mungkin tetangga sendiri ada masjid, ada musholla dan sebagainya. Akhirnya, itulah yang menjadi fenomena sehinngga marakne itu adzannya ya sak anane wong, imamnya ya sak onone wong. Makanya dengan kegiatan ini diharapkan mereka itu memahami dasar-dasar fikih imam itu bagaimana , dasar-dasar fikih muadzin itu bagaimana ?.
Untuk menyelesaikan masalah ini tidaklah mudah. Kira-kira apakah ada tips untuk menata, mengatasi masalah tersebut ?.
Ini hanya kesadaran masyarakat setempat saja. Yang penting disitu dilaksanakan sholat rowatib itu dengan sebaik-baiknya. Jadi titik tekan kami itu kepada bagaimana kemampuan muadzin, dan kemampuan imamnya saja. Jadi soal pendirian tempat ibadah mungkin berdekatan, itu memang tidak ada ketentuan yang pasti. Jadi titik tekannya pada muatannya, atau isian daripada masjid tersebut bagaimana imamnya, bagaimana muadzinnya.
Harapannya dengan telah berakhirnya acara ini ?.
Kalau bisa dilanjutkan. Karena melihat dari antusias peserta, itu hampur kursinya tidak memenuhi. Panitia diluar. Undangan sekitar 150-an . Tadi daftar yang hadir di absesnsi mencapai 130 lebih. Ini sudah 90 persen lebih, Itu antusias peserta itu kepingin menambah keilmuan tentang acara ini. Jadi memang harapannya supaya ini ada tindaklanjut lagi. Mudah-mudahan ada.
Mungkin materi akan ditambah lagi. Mungkin akan kita pisahkan dengan kedua materi tadi, dengan materi tresendiri. Supaya betul-betul mantap. Keilmuannya ada dan prakteknyapun juga ada.
Tanggapan terhadap antusiasme peserta ?.
Alhamdulillah mereka semangat. Jadi gojek aja tidak ada. Semua diam, khusyuk mendengarkan, mengikuti dengan seksama dan apalagi ditambahi dengan banyak pertanyaan itu menunjukkan bahwasanya mereka itu rasa ingin tahunya luar biasa. Saya mengucapkan terimakasih kepada peserta dan semua panitia yang terlibat dalam pelaksanaan ini semoga harapannya bermanfaat dunia akhirat. (Sol)