
Meskipun bingkisan sembako yang dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu jumlahnya masih terbatas, baru 16 orang, namun keputusan takmir dan pengurus Masjid Nurdin yang berada di dukuh Marengan, Mojosongo, Jebres, Surakarta ini patut kita tiru.
“Dulunya tidak ada program ini. Namun setelah pengurus mengadakan rapat dua kali dan disetujui, maka program ini langsung berjalan”, ujar M Turkan, Takmir Masjid Nurdin, saat ditemui dirumahnya pada Jum’at (18/10) kemarin.
Selain diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu, terangnya, bantuan juga diberikan kepada para da’i, warga yang sakit, keluarga yang meninggal dunia, dan bahkan masjid lain yang minta sumbangan. ”Pokoknya, apabila ada uang, dan ada masjid yang minta bantuan, ya dikasih”, imbuhnya.
Data penerima bantuan itu, katanya, diperoleh dari seksi bendahara dan dakwah masjid yang melakukan survei dan mendeteksi warganya yang berhak menerima bantuan. Setelah memperoleh persetujuan dari pengurus dan takmir, bantuan segera dikirim dan penyerahannya dilakukan oleh kedua seksi tersebut.
“Jadi masyarakat Rt.05 itu, (oleh) pengurusnya jika ada jamaah (yang) sakit, di kasih. Ada yang meninggal kasih. Wong sing luar daerah ya di kasih”, ungkapnya bersemangat.
Munculnya program bagi sembako tersebut menurut Turkan dan pengurus masjid, dikarenakan kondisi masjid sudah baik. Adapun bantuan ataupun santunan yang diberikan kepada orang sakit dan meninggal jumlahnya berkisar antara 400 hingga 500 ribu rupiah.
Dengan adanya program ini, Turkan mengaku jamaah yang sholat meningkat, meskipun donasi masih stabil. “Infaknya stabil. Namun jamaahnya bertambah. Kalau jum’atan penuh hingga jalan depan. Sekarang ada petugas parkir motor dan dibayar”, ungkapnya.
Sementara itu, menurut Mujimin, bendahara Masjid, nilai bingkisan sembako yang dibagikan kepada warga pada triwulan pertama sebesar 250 ribu rupiah, terdiri dari, beras 10 Kg., telur 1 Kg., minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 Kg, dan teh 3 buah. Kemudian, memasuki triwulan kedua pada bulan ini, rencananya nilai bingkisan menurun menjadi 180 ribu rupiah per paket. “Mudah-mudahan ada donatur lain yang masuk sehingga nanti bisa seperti semula”, pungkasnya. (Sol)