DMI Kota Surakarta, Dorong Pengurus Masjid Kuasai Dunia Digital

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surakarta menggelar Pelatihan Penulisan Media Dakwah di Hotel Megaland Solo, Ahad (30/11/2025) siang. Kegiatan ini diikuti 65 perwakilan masjid se-Kota Surakarta dan menjadi salah satu dari lima program DMI tahun ini.

Ketua Panitia, Muhammad, dalam sambutannya berharap pelatihan tersebut dapat menumbuhkan motivasi para pengurus masjid untuk berdakwah secara lebih efektif melalui media.

“Agar pelatihan ini mampu menggugah, memotivasi, dan membawa kebaikan. Ketika ada orang yang tersentuh lalu bertaubat, itu akan menjadi amal jariyah bagi kita semua”, ujarnya.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kabag Kesra Pemkot Surakarta, Endang Sabar Widiasih. Ia menekankan pentingnya kemampuan para pengurus masjid dalam memanfaatkan media sosial secara bijak.

“Semua sekarang dituntut mampu bermedia sosial dengan baik. Media bisa membawa manfaat, tetapi juga dapat memberi dampak negatif. Satu tulisan dari panjenengan semua bisa menentukan kualitas sebuah konten”, tuturnya.

Endang berharap para peserta mampu memanfaatkan gawai secara positif.

“HP ini barang kecil, tapi manfaatnya besar. Saya yakin para pengurus masjid di Surakarta sudah akrab dengan media sosial seperti TikTok dan Facebook”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, admin website DMI Kota Surakarta, Muhammad, juga mendorong para peserta untuk aktif mengirimkan tulisan demi menghidupkan situs resmi DMI. Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 54 masjid jami’ dan 5 masjid besar di Surakarta yang memperoleh status resmi, sehingga kebutuhan informasi yang tersaji di website semakin besar.

“Website ini akan terus hidup, dan website membutuhkan suplai. Suplainya adalah berita,” ujarnya.

Muhammad menekankan bahwa para kontributor website bukanlah penulis profesional.
“Kalau panjenengan mengira ditulis oleh para profesional, jawabannya tidak. Ini ditulis oleh teman-teman yang sedang belajar. Panjenengan bisa baca dan cermati sendiri”, katanya.

Karena itu, ia membuka lebar kesempatan bagi peserta pelatihan untuk menjadikan website DMI sebagai sarana berlatih menulis.

“Silakan, kalau ingin latihan menulis berita, ini tempatnya. Kalau ada peristiwa atau hal unik, ceritakan saja. Nanti kami perbaiki jika ada yang perlu diperbaiki”, katanya.

Memasuki acara inti, narasumber pertama, Ahmad Dzaky Mubarok, akrab disapa Bara, menyampaikan materi “Cerdas Berdakwah Melalui Sosial Media”. Usai memaparkan pengalamannya, Ia juga memberikan beberapa tips membuat konten dakwah yang menarik, di antaranya; Sesuaikan konten dengan kemampuan dan buatlah menarik agar orang mau menonton, konsisten dalam mengunggah konten, perhatikan waktu tayang agar jangkauan lebih maksimal, pastikan kualitas audio visual baik, perhatikan value, durasi, dan pesan yang dibagikan, manfaatkan isu yang sedang berkembang, bagi peserta yang sudah sepuh, disarankan bersinergi dengan anak muda.

Sedangkan narasumber kedua, Wahyu Prakoso dari Solopos, menyampaikan materi “Cara Menulis Berita yang Enak Dibaca”. Sebelum masuk ke teknik menulis, ia menjelaskan empat jenis berita yang umum digunakan dalam dunia jurnalistik ; Straight News (berita cepat yang menyampaikan inti fakta), Soft News (berita yang menonjolkan sisi human interest), feature (tulisan mendalam dengan gaya bertutur), dan berita investigasi (laporan mendalam yang memerlukan riset).

Terakhir, Wahyu memaparkan sejumlah tips menulis yang baik dan nyaman dibaca, di antaranya;Gunakan bahasa sederhana, tererapkan rumus 5W+1H, variasikan struktur kalimat, sisipkan detail relevan,gunakan kutipan narasumber, buat transisi antar paragraf, serta pastikan akurasi data.

Pelatihan dua sesi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para pengurus masjid dalam memanfaatkan media sebagai sarana dakwah yang efektif, informatif, dan menarik. (Abdus Sholeh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP