Ketua DMI Surakarta Ajak Pengurus Masjid Jadikan Masjid sebagai Basis Peradaban dan Penyejuk Umat

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surakarta, Muhammad Muhtarom, mengajak para pengurus masjid untuk terus memakmurkan masjid sebagai bagian dari ikhtiar meraih syafaat Rasulullah SAW. Hal itu disampaikan Muhtarom dalam acara Pelatihan Penulisan Dakwah di Media Sosial yang diselenggarakan Pengurus Daerah DMI Kota Surakarta, di Hotel Megaland pada Ahad (30/11/25) siang.

“Termasuk ketika kita mengurus masjid, itu bagian dari upaya kita untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Semoga segala amal kita diterima oleh Allah SWT”, ujarnya.

Muhtarom mengapresiasi para perwakilan masjid yang hadir dan mengikuti kegiatan hingga tuntas. Ia berharap para pengurus dapat menyerap banyak ilmu, lalu mengembangkannya dan mengaplikasikannya dalam pelayanan kepada jamaah di masjid masing-masing.

Dalam sambutannya, Muhtarom menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat peradaban dan akhlak, karena inti dari ajaran Islam adalah akhlak mulia.

“Hal yang paling substantif dalam ajaran agama kita adalah akhlak. Islam bisa membumi di Indonesia karena akhlak. Itu menjadi kata kunci dalam dakwah, dalam hubungan sosial, dalam kehidupan keluarga, dalam komunitas masjid, semuanya kembali pada akhlak”, jelasnya.

Ia mengibaratkan masjid sebagai samudra luas yang mampu menetralkan segala hal yang keruh.

“Masjid harus menjadi penyejuk. Seperti samudra, banjir bandang yang keruh pun ketika sampai di laut akan menjadi netral. Yang datang dengan berbagai karakter, ketika masuk masjid, insyaAllah menjadi lebih tenang dan bersih kembali”, terangnya.

Muhtarom juga menyinggung kondisi sosial yang semakin dipenuhi gesekan, baik secara langsung maupun melalui dunia digital.

“Sekarang serangan yang paling banyak justru serangan siber. Karena itu, masjid harus mampu menjadi tempat yang meredam emosi. Orang yang datang ke masjid dengan wajah merah, insyaAllah bisa pulang dengan senyum”, harap Muhtarom.

Ia mengingatkan bahwa khatib dan penceramah memiliki peran penting sebagai penyejuk umat. Meski perubahan paradigma tidak mudah, ia menegaskan perlunya kesadaran dan komitmen berkelanjutan untuk meluruskan hal-hal yang masih bengkok. (Abdus Sholeh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP