Muhtarom : Jika Database Masjid & Mushola DMI Valid, Akan Jadi Rujukan Pemkot, Kemenag dan Semua Pihak

Monggo, yang belum (selesai) sangat diharapkan segera memasukkan data (nama) masjid yang belum masuk data. Agar jangan sampai masjid yang ada di wilayah masing-masing kecamatan tidak/belum masuk database,” tulis  Muhamad Muhtarom, pengurus daerah DMI Kota Surakarta melalui WA grup pada kamis (04/01/24) kemarin.

Seruan ini merupakan tindaklanjut dari belum selesainya pendataan masjid oleh DMI, serta adanya data Masjid & Musholla yang diterbitkan oleh Pemkot dan DMI Kota Surakarta yang masih ada selisih jumlah dalam rapat koordinasi akhir tahun pengurus daerah DMI Kota Surakarta bersama lima pengurus cabang DMI tingkat kecamatan, di kantor DMI pada Jum’at (15/12/23).

Dalam sambutannya, Muhtarom mengingatkan untuk segera menuntaskan pendataan tersebut, dikarenakan keberhasilan kita adalah keberhasilan tim dan kesuksesan kita juga kesuksesan tim.

“Karena kepengurusan DMI ini tim. Tidak bisa kita lepas dari tim. Keberhasilan kita juga keberhasilam tim. Dan sukses kita juga kesuksesan tim,” katanya.

Agar target pendataan masjid ini bisa segera selesai, Dia berharap lima pengurus cabang DMI kecamatan harus solid dan meningkatkan koordinasi agar sistem kerjanya  bisa berjalan lebih baik dan optimal.  

Sebagai penghargaan atas program-program yang telah tuntas, Muhtarom menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus  cabang DMI Kecamatan yang telah berkolaborasi mengadakan kegiatan selama ini.

“Terimakasih, kegiatan bisa menyebar di lima kecamatan sehingga dapat dirasakan oleh seluruh wilayah kecamatan yang ada,” terangnya.

Apa yang dikerjakan oleh pengurus cabang itu, katanya, merupakan bagian dari kaderisasi. Tujuannya, apabila terjadi pergantian pengurus, semua kader bisa melaksanakan programnya dengan baik.

“Karena, disamping sudah berpengalaman, masing-masing pengurus juga memiliki frame atau kerangka berfikir dan obsesi yang sama,” tuturnya.

Yang tidak kalah pentingnya, bahwa tugas pengurus yang paling mendasar adalah mampu menerjemahkan visi dan misi DMI dan menuangkannya kedalam program-program kedepan.

Oleh karena itu,  apabila program pendataan masjid ini bisa segera diselasaikan dan valid, maka ini merupakan bentuk sumbangsih DMI kepada pemerintah Kota Surakarta, Kemenag dan juga semua pihak.

“Kalau pendataan masjid dari DMI ini valid, maka datanya akan bisa bermanfaat dan bisa digunakan untuk semua pihak. Selain itu, akan menjadi pijakan pemerintah Kota Surakarta maupun Kemenag dalam mengupdate data masjid maupun mushola yang ada di Kota Surakarta,” katanya.

Ia menyadari, tidak tercapainya target pendataan masjid untuk 2023 disamping kurang koordinasi juga minimnya dana operasional yang ada.

“Dana itu (harus) semakin banyak yang kita dapatkan untuk kemaslahatan DMI kedepan,” ungkapnya.

Prihatin belum selesainya pendataan masjid, Amin Rasyadi, sekretaris DMI Kota Surakarta mendorong agar pengurus DMI  kecamatan lebih memprioritaskan kunjungannya ke masjid-masjid yang belum terdata. Untuk mempercepat penyelesaiannya, masing-masing pengurus kecamatan telah dibekali data pembanding yang bersumber dari Pemkot dan Buku Masjid dan Musholla yang diterbitkan DMI.

“Dengan buku pembanding ini, nanti pengurus tinggal mencocokkan mana yang belum ada di data Buku DMI ini untuk kemudian dikunjungi dan diwawancarai tahun berdirinya, takmirnya barangkali ada yang perlu diperbaharui,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad, sebagai analis kerjasama lembaga keagamaan bagian Kesra Sekda Kota Surakarta menambahkan, memang tidak mudah mendata masjid, apalagi meminta nomor hanphone pengurus, pertanyaannya bisa kemana-mana.

Dia mencontohkan bahwa untuk mendapatkan data-data masjid & mushola dari Kabidpermas ditingkat kelurahan, itu ternyata juga tidak gampang. 

“Ada kelurahan yang dimintai data gampang, ada kelurahan yang dimintai data tidak masuk-masuk datanya, atau beberapa masuk, tapi tidak lengkap.  Artinya, data di Kesra itupun (juga) belum 100 % fixed.  Siapa tahu dengan updating data ini, data kita lebih valid daripada datanya Kesra,” pungkasnya. (Abdus Sholeh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP