Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat kota dan kecamatan di Surakarta menghadiri forum group discussion (FGD) perlindungan bagi pengurus DMI sekaligus sosialisasi program kemitraan BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini digelar pada Rabu (8/4/2026) pukul 13.00–15.00 WIB di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Bhayangkara No. 42, Panularan, Surakarta.
FGD ini dihadiri Ketua DMI Kota Surakarta, KH. Muhammad Muhtarom, S.Pd., M.S.I., M.Pd.I., Ustadz H. Amin Rosyadi, serta lima perwakilan pengurus DMI tingkat kecamatan. Dari pihak BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, hadir Rida Setyawati yang membidangi kepesertaan khusus.
Dalam sambutannya, Rida Setyawati menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para aktivis masjid, khususnya yang bergerak di sektor informal. Ia mengajak pengurus DMI, terutama di tingkat kecamatan, untuk turut aktif menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.
“Pengurus DMI diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam mengedukasi pentingnya perlindungan bagi para marbot, imam, muadzin, pengurus atau takmir masjid, hingga guru TPA,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, para aktivis masjid akan mendapatkan perlindungan apabila mengalami musibah atau kecelakaan kerja. Hal ini dinilai penting mengingat peran mereka yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan masyarakat.
FGD ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Surakarta dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja informal berbasis keagamaan. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata di tingkat kecamatan hingga kelurahan.