Momentum halal bihalal dimanfaatkan sebagai sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Hal itu disampaikan Ustaz H. Amin Rosyadi, Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Surakarta, dalam tausiyahnya pada acara halal bihalal Forum Komunikasi TPA (Forkita) Kelurahan Sondakan.
Kegiatan tersebut digelar di Steak Mumer Pajang, Laweyan, Ahad (5/4/2026) pukul 16.00–17.30 WIB, dan dihadiri sekitar 25 peserta yang terdiri dari pengurus aktif Forkita Sondakan serta para aktivis TPA.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Amin Rosyadi yang juga penasihat Forkita menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga momentum menyatukan hati demi menjaga keutuhan bangsa.
“Halal bihalal adalah ruang untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan, tidak hanya antarindividu, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak para guru TPA untuk bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan adat istiadat di Nusantara merupakan kekuatan besar yang telah menyatukan bangsa Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan.
“Perbedaan adalah kekayaan. Para pendiri bangsa telah memberi teladan bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam semangat persatuan hingga Indonesia merdeka, meski setelah itu masih harus menghadapi berbagai tantangan untuk mempertahankannya,” tambahnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, sekaligus memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi setelah beberapa pekan tidak berjumpa selama dan pasca-Ramadan.
Halal bihalal ini diharapkan semakin mempererat hubungan antar pengurus dan pengajar TPA, sekaligus memperkuat peran mereka dalam membina generasi muda yang berakhlak dan berjiwa persatuan.