Dengan Dibentuknya BKM, Kedepan Sudah Tidak Ada Lagi Faham Radikalisme Tumbuh Di Masjid

“Tugas dari pengurus BKM ini cukup berat. Minimal ada empat yang disebutkan dalam AD/ART. Pertama, memberikan advokasi dan bekerja sama pengurus Masjid untuk pengamanan aset dan kekayaan masjid. Jadi, kita harus memberikan advokasi kalau ada masjid yang kemudian status tanahnya menjadi permasalahan.”

Demikian disampaikan Hidayat Maskur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) tingkat Kecamatan Jebres, di masjid Baiturahman, Ledoksari, Jebres pada Selasa (21/11) kemarin.

“Termasuk jika ditemukan masjid yang belum memiliki sertifikat masih bisa kita bantu lewat Kementerian Agama,” imbuhnya.

Kemudian, katanya, melakukan pembinaan organisasi dan administrasi pengelolaan masjid. Di Kota Surakarta ada 783 masjid. Ini semuanya membutuhkan pembinaan serta administrasi dan pengelolaan masjid yang benar agar bisa memberikan kesejahteraan bagi lingkungan masjid tersebut.

Ketiga, melakukan koordinasi dan kerjasama untuk meningkatkan peran dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan dakwah dalam rangka pencerahan umat.

Selanjutnya, BKM juga memiliki tugas untuk mengupayakan bantuan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk pemeliharaan masjid.

Apakah ada yang namanya BKM dan sudah menjadi Sejahtera ?.

Menurut Hidayat, di Jawa Tengah ada tiga masjid yang memiliki kekayaan yang luar biasa Pertama, Masjid di Kabupaten Demak. Masjid ini memiliki hasil dari lelang tanah yang dimiliki setiap tahunnya mencapai angka 6 hingga 7 miliar rupiah.

Kemudian yang kedua, masjid peninggalan Ki Ageng Pandanaran, di Kota Semarang. Masjid ini memiliki aset tanah yang luas dan memanjang. Ada yang berupa tambak. Dari hasil lelang ini bisa untuk kemakmuran masjid.

Ketiga, masjid yang ada di kabupaten Kendal. Hingga sekarang masih memiliki aset untuk kesejahteraan masjid.

“Jadi ke depan yang kita harapkan memang BKM ini menjadi organisasi yang kuat dan mandiri,” imbuhnya.

Selanjutnya Hidayat mengutip pernyataan presiden bahwa kedepannya sudah tidak ada lagi tumbuh kembang paham radikalisme yang bersumber dari masjid.

“Maka dengan dibentuknya BKM ini, apabila ada paham radikalismen kita luruskan dan kita kembalikan sebagaimana konsep dakwah yang diberikan Nabi waktu,” pungkasnya. (Abdus Sholeh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP